Tak ada rintangan tang tak dapat diatasi!!!

Libatkan Allah Dalam Segala Urusanmu

Rabu, 25 Januari 2017

Cerita Pendek

Pacaran? Oh NO! 

#HN

Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan, aku adalah seorang remaja muslimah yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA. Coba tebak deh sudah berapa kali aku pacaran atau membuat sesorang galau karena aku putusin? Kalau dihitung-hitung sih hasilnya nol. Ya nol. Hampir selama 17 tahun hidup aku sama sekali nggak pernah merasakan punya mantan atau jadi mantan. Aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Iya, aku jomblo sejak lahir. Tapi aku bangga dengan predikat yang aku sandang sampai saat ini.
Aku nggak punya kakak atau adik jadi-jadian. Nggak punya juga sahabat cowok yang, ya, kali aja bisa berubah haluan jadi pacar. Aku juga nggak terlibat dalam arena zone-zone seperti friendzone lah, familyzone lah, atau istilah apalah itu. Aku murni single.
Tapi meskipun aku single, saat malam minggu aku juga pernah galau. Disaat aku melihat banyak remaja-remaja yang sedang asyik pacaran berbuat zina, tapi aku galau karena sambungan internetku nggak conect-conect karena gagal terus. Padahalkan aku mau update game.
Aku pernah dikatain temen “Hari gini masih jomblo? Duh, nggak laku amat sih. Wehhh… Kata-katanya nyindir banget sih. Kan sakiiitt. TAPI. Sorry aja ya, aku jomblo bukannya nggak laku. Jodoh itu kan ditangan Allah. Dan aku nggak berani buat ngambilnya. Biar aja Allah yang meluncurkan jodohku langsung ke aku. Jadi aku nggak usah susah payah buat ngambil.
Aku kadang merasa geli kalau mendengar orang yang sedang pacaran manggilnya ayah-bunda, abi-umi, mama-papa, mami-papi, atau daddy-mommy. Haduh, geli banget deh. Padahal kan mereka masih pacaran. Belum sah menikah.
Terkadang juga terlintas dipikiranku, bagaimana kalau mereka sedang pacaran lalu belanja di sebuah mall terus si cewek bilang :
“Papi, baju ini cocok nggak di Mami?”
“Iya cocok kok Mi”.
Terus orang-orang disekitar mereka menyerngit heran dan curiga, pakaiannya aja masih seragam sekolah. Tapi manggilnya kok begitu? Menggelikan sekali.
Terus ada lagi yang membuat aku suka geli sendiri. Sesi pernyataan cinta kepada yang bukan muhrimnya.
“Aku sayang dan cinta banget sama kamu. Mau  nggak jadi pacar aku?”
Oh, jadi cuma mau dijadiin pacar aja. Yang kalau habis manis, sepah dibuang? Waks. Kasian sekali dirimu nak.
“Aku nggak bisa hidup kalau tanpa kamu. Please, terima cintaku.”
Terus selama belum ketemu sama si dia, situ selama ini apa? Hantu? Zombie ? atau mayat berjalan? Menyeramkan dong
“Aku bakalan lakuin apa aja asal kamu mau jadi pacar aku.”
Nah, kalau perkataan terakhir barusan harus dijawab kayak gini aja :
“Oke, kalo gitu tunggu aku tujuh tahun lagi, ya. Kamu nikahin aku. Terus baru kita pacaran.”
Nah, lho? Pasti si cowok langsung berasa kayak disambar petir. Keadaan menjadi hening seketika. Lalu si cowok mengeluarkan jurus menghilang andalan. Wah.. Superman dong. Hehe
Hari gini mau ngajak anak gadis orang pacaran? Mikir dulu deh, uang jajan aja masih minta sama orang tua. Nggak kasihan tuh sama orang tua yang susah payah cari uang, tapi uangnya kamu hambur-hamburkan untuk hal yang nggak penting banget?
Aku nyadar sih, meskipun aku nggak suci-suci banget, nggak lurus-lurus banget, tapi aku masih tau kali kalau pacaran itu dosa. Loh kok dosa? Yaiya lah, pacaran kan perbuatan yang mendekati zina? Dan zina itu dosa kan? Ujung-ujungnya ya ke dosa.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Israa’ ayat 17 yang artinya Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
Aku masih nggak ridho kalau harus berbagi ini itu sama pacar. Misalnya nih, minum segelas berdua. What? Segelas berdua? Nggak salah? Aku aja satu gelas masih kurang. Ya kali disuruh bagi sama pacar. Terus aku juga nggak ridho banget kalau tangan atau bagian tubuh aku yang lain yang masih mulus, yang masih suci ini dipegang-pegang sama cowok yang bukan muhrimku. Na’udzubillah min dzalik.
Tapi, kok aneh ya. Orang-orang di sekelilingku itu banyak banget yang bilang “Emang kenapa kalau aku pacaran? Toh aku pacarannya sehat. Nggak ngapa-ngapain juga”. Pacaran sehat? Emangnya situ pacaran minum vitamin? *mikirkeras. Bayangin deh situ ngomong pacaran sehat tapi masih saling telepon, masih saling boncengan motor, pegangan sana sini. Loheh? Masa itu sih yang namanya pacaran sehat? Ujung-ujungnya kan ke zina. Kecuali kalau pacarannya tuh sama suami atau istri sendiri. Makanya kalau kamu suka sama seseorang jangan ajak pacaran, langsung aja ajak ke pelaminan. Kan aman. Halal!
Udah deh, bukannya aku ini orangnya suci buanget ya. Tapi aku juga masih belajar dan berusaha memperbaiki diri untuk menyambut calon imam dan calon ayah dari anak-anakku nanti. Karena aku pernah membaca Al-Qur’an dalam surat An-Nuur ayat 26 yang artinya Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
Karena aku yakin banget dengan memperbaiki diri, jodoh kita juga akan melakukan hal yang sama. Sehingga kami nanti bisa  menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Aamiin.
Jadi buat kalian para jomblowan jomblowati, nggak usah bersedih dan minder ya karena statusmu yang jomblo. Yakin deh jodoh nggak akan ketuker. Jodoh itu pasti bertemu kok.
Salam Jomblo Fii Sabilillah ! J

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar