Pacaran? Oh NO!
#HN
Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan,
aku adalah seorang remaja muslimah yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA.
Coba tebak deh sudah berapa kali aku pacaran atau membuat sesorang galau karena
aku putusin? Kalau dihitung-hitung sih hasilnya nol. Ya nol. Hampir selama 17
tahun hidup aku sama sekali nggak pernah merasakan punya mantan atau jadi
mantan. Aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Iya, aku jomblo sejak
lahir. Tapi aku bangga dengan predikat yang aku sandang sampai saat ini.
Aku nggak punya kakak atau adik jadi-jadian. Nggak punya
juga sahabat cowok yang, ya, kali aja bisa berubah haluan jadi pacar. Aku juga
nggak terlibat dalam arena zone-zone seperti friendzone lah, familyzone lah,
atau istilah apalah itu. Aku murni single.
Tapi meskipun aku single, saat malam minggu aku juga
pernah galau. Disaat aku melihat banyak remaja-remaja yang sedang asyik pacaran
berbuat zina, tapi aku galau karena sambungan internetku nggak conect-conect
karena gagal terus. Padahalkan aku mau update game.
Aku pernah dikatain temen “Hari gini masih
jomblo? Duh, nggak laku amat sih.” Wehhh… Kata-katanya nyindir banget sih.
Kan sakiiitt. TAPI. Sorry aja ya, aku jomblo bukannya nggak laku. Jodoh
itu kan ditangan Allah. Dan aku nggak berani buat ngambilnya. Biar aja Allah
yang meluncurkan jodohku langsung ke aku. Jadi aku nggak usah susah payah buat
ngambil.
Aku
kadang merasa geli kalau mendengar orang yang sedang pacaran manggilnya
ayah-bunda, abi-umi, mama-papa, mami-papi, atau daddy-mommy. Haduh, geli banget
deh. Padahal kan mereka masih pacaran. Belum sah menikah.
Terkadang
juga terlintas dipikiranku, bagaimana kalau mereka sedang pacaran lalu belanja
di sebuah mall terus si cewek bilang :
“Papi,
baju ini cocok nggak di Mami?”
“Iya
cocok kok Mi”.
Terus
orang-orang disekitar mereka menyerngit heran dan curiga, pakaiannya aja masih
seragam sekolah. Tapi manggilnya kok begitu? Menggelikan sekali.
Terus
ada lagi yang membuat aku suka geli sendiri. Sesi pernyataan cinta kepada yang
bukan muhrimnya.
“Aku
sayang dan cinta banget sama kamu. Mau
nggak jadi pacar aku?”
Oh, jadi cuma mau dijadiin pacar aja. Yang kalau habis
manis, sepah dibuang? Waks. Kasian sekali dirimu nak.
“Aku nggak bisa hidup kalau tanpa kamu. Please, terima
cintaku.”
Terus selama belum ketemu sama si dia, situ selama ini
apa? Hantu? Zombie ? atau mayat berjalan? Menyeramkan dong
“Aku bakalan lakuin apa aja asal kamu mau jadi pacar
aku.”
Nah, kalau perkataan terakhir barusan harus dijawab kayak
gini aja :
“Oke, kalo gitu tunggu aku tujuh tahun lagi, ya. Kamu
nikahin aku. Terus baru kita pacaran.”
Nah, lho? Pasti si cowok langsung berasa kayak disambar
petir. Keadaan
menjadi hening seketika. Lalu si cowok mengeluarkan jurus menghilang andalan.
Wah.. Superman dong. Hehe
Hari
gini mau ngajak anak gadis orang pacaran? Mikir dulu deh, uang jajan aja masih
minta sama orang tua. Nggak kasihan tuh sama orang tua yang susah payah cari
uang, tapi uangnya kamu hambur-hamburkan untuk hal yang nggak penting banget?
Aku
nyadar sih, meskipun aku nggak suci-suci banget, nggak lurus-lurus banget, tapi
aku masih tau kali kalau pacaran itu dosa. Loh kok dosa? Yaiya lah, pacaran kan
perbuatan yang mendekati zina? Dan zina itu dosa kan? Ujung-ujungnya ya ke
dosa.
Allah
SWT berfirman dalam surat Al-Israa’ ayat 17 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina
itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
Aku
masih nggak ridho kalau harus berbagi ini itu sama pacar. Misalnya nih, minum segelas
berdua. What? Segelas berdua? Nggak salah? Aku aja satu gelas masih kurang. Ya
kali disuruh bagi sama pacar. Terus aku juga nggak ridho banget kalau tangan
atau bagian tubuh aku yang lain yang masih mulus, yang masih suci ini
dipegang-pegang sama cowok yang bukan muhrimku. Na’udzubillah min dzalik.
Tapi,
kok aneh ya. Orang-orang di sekelilingku itu banyak banget yang bilang “Emang
kenapa kalau aku pacaran? Toh aku pacarannya sehat. Nggak ngapa-ngapain juga”.
Pacaran sehat? Emangnya situ pacaran minum vitamin? *mikirkeras. Bayangin deh
situ ngomong pacaran sehat tapi masih saling telepon, masih saling boncengan
motor, pegangan sana sini. Loheh? Masa itu sih yang namanya pacaran sehat?
Ujung-ujungnya kan ke zina. Kecuali kalau pacarannya tuh sama suami atau istri
sendiri. Makanya kalau kamu suka sama seseorang jangan ajak pacaran, langsung
aja ajak ke pelaminan. Kan aman. Halal!
Udah
deh, bukannya aku ini orangnya suci buanget ya. Tapi aku juga masih belajar dan
berusaha memperbaiki diri untuk menyambut calon imam dan calon ayah dari
anak-anakku nanti. Karena aku pernah membaca Al-Qur’an dalam surat An-Nuur ayat
26 yang artinya “Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula).”
Karena aku yakin banget dengan
memperbaiki diri, jodoh kita juga akan melakukan hal yang sama. Sehingga kami
nanti bisa menciptakan keluarga yang
sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Aamiin.
Jadi buat kalian para jomblowan
jomblowati, nggak usah bersedih dan minder ya karena statusmu yang jomblo.
Yakin deh jodoh nggak akan ketuker. Jodoh itu pasti bertemu kok.
Salam
Jomblo Fii Sabilillah ! J
Wassalamu’alaikum
wr. wb.